Analisis Mekanisme Lentur Pada Balok Beton Proyek Civil Work 02 ITS

Penulis

  • Tranggono Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Yos Soedarso Surabaya, Indonesia
  • Masliyah rogram Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Yos Soedarso Surabaya, Indonesia
  • Andika Romand Saputera Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Yos Soedarso Surabaya, Indonesia

Abstrak

Beton adalah material penting dalam industri konstruksi yang digunakan untuk membangun berbagai bangunan seperti gedung, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Kuat lentur dalam struktur beton adalah kemampuan suatu elemen beton bertulang untuk menahan momen lentur (momen yang menyebabkan lenturan/belokan) sebelum terjadi keruntuhan. Untuk memahami mekanisme lentur balok beton, kita harus memahami beberapa komponen penting: penyebaran tegangan dan regangan di sepanjang penampang, pembentukan retak yang disebabkan oleh tegangan tarik, dan kondisi runtuh, yang terjadi ketika kapasitas momen balok melampaui kapasitasnya. Dalam penelitian ini dilakukan uji test lentur dengan dimensi benda uji 150 X 150 X 450 sebagai uji awal untuk mengetahui kekuatan tekan beton. Ekspetasi hasil sesuai dengan rencana setelah uji tekan dan lentur. Oleh karena itu, studi yang lebih mendalam tentang mekanisme lentur balok beton diperlukan untuk merancang struktur yang paling tahan terhadap beban kerja dan beban ekstrim seperti gempa. Dengan harapan dapat memenuhi syarat sesuai dengan perencanaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mekanisme lentur pada balok beton dengan mempertimbangkan peningkatan kekuatan dan daktilitas selama 7 hari dan 28 hari. Uji dilakukan pada balok beton berukuran 450 mm x 150 mm x 150 mm menggunakan metode uji lentur tiga poin yang disesuaikan dengan standar SNI. Variabel utama yang diuji adalah kapasitas momen lentur, tegangan lentur, dan nilai daktilitas. Studi ini menemukan bahwa mutu beton, rasio tulangan, dan kualitas perawatan (curing) sangat memengaruhi perilaku mekanisme lentur. Umur beton meningkatkan kapasitas dan daktilitas lentur balok. Hasil ini dapat digunakan oleh perencana dan pelaksana konstruksi untuk memastikan bahwa balok beton aman dan andal pada kondisi beban lentur. Pada penelitian ini, beton dengan mutu rencana fc′ = 35 MPa telah dicapai dan dapat digunakan untuk perencanaan struktural. Balok beton dinyatakan memenuhi standar perencanaan dan memiliki tegangan lentur yang layak untuk digunakan pada komponen struktur beton bertulang. Oleh karena itu, dapat ditunjukkan bahwa mereka memiliki daktilitas yang memadai dan layak digunakan sebagai komponen struktur dalam struktur, terutama yang memerlukan ketahanan deformasi tinggi seperti struktur tahan gempa.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-31

Terbitan

Bagian

ORIGINAL RESEARCH